Gara-gara Saling Ejek di Medsos, Remaja Kritis Dikeroyok Empat Pelajar

Gara-gara Saling Ejek di Medsos, Remaja Kritis Dikeroyok Empat Pelajar

Agen Poker Online, Bandar Ceme Terpercaya, Domino Qiu Qiu, Agen QQ – Bermula dari sama-sama ejek di sosial media (sosmed), seseorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) jadi korban kebrutalan empat pelajar di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Mengakibatkan korban berinisial OCN (14) gawat sesudah terluka terkena bacokan senjata tajam dibagian punggung serta pinggang.

Kapolsek Medan Satria, Kompol I Made Suweta, menjelaskan, ke empat pelajar yang lakukan pengeroyokan ialah DR (14), OF (15), G (14), serta M (14). Tidak lama sesudah peristiwa, ke empat aktor yang masih tetap pelajar langsung ditangkap polisi. ”Empat pelajar itu kami amankan dalam tempat base camp mereka yang tidak jauh dari tempat peristiwa,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Kapolsek menuturkan, momen itu berlangsung Sabtu (1/12/2018) kemarin. Bermula dari sama-sama ejek pada korban dengan salah satunya aktor OF di sosial media.OF yang jengkel pada akhirnya ajak korban berjumpa untuk sama-sama beradu kemampuan.

Waktu kedua-duanya berjumpa, nyatanya aktor membawa tiga temannya. Sesaat korban cuma seseorang diri sampai pada akhirnya berlangsung pengeroyokan serta pembacokan. ”Mereka beda sekolah serta sering sama-sama ejak di sosmed sampai kini, sampai berlangsung pengeroyokan,” kata I Made.

Baca Juga : Ditahan Arsenal, Mourinho : Saya tak Mengerti Permainan Kami!

Tindakan pengeroyokan itu dikerjakan sepulang sekolah setelah ujian. Pada awal berduel, aktor cuma memakai tangan kosong. Akan tetapi, waktu korban kalah serta ingin melarikan diri, ke-3 rekan aktor malah menguber serta lakukan pengeroykan sampai pembacokan.

“Korban dikeroyok rivalnya empat orang. Awalannya satu lawan satu, selalu temannya turut membantu waktu korban terjatuh ingin kabur ke semak- semak. Korban dikeroyok gunakan gesper serta dibacok,” tuturnya.

Korban terserang sabetan sajam dibagian punggung serta pinggang. Selesai peristiwa ke empat aktor langsung melarikan diri ke tempat persembunyiannya.

“Ada tiga bacokan sajam type celurit dibagian pinggang serta punggung. Korban sudah sempat bisa perawatan di dalam rumah sakit, sekarang ini kondisinya telah lebih baik serta telah pulang,” tuturnya.

Dari aktor polisi mengamankan tanda bukti berbentuk sebuah pakaian kostum pramuka punya korban yang berlumuran darah, dua bilah sajam type celurit, serta dua bilah senjata tajam type gergaji es.

Ke empat pelajar akan dijaring dengan Masalah 170 Ayat 2 KUHPidana mengenai Tindak Pidana Pengeroyokan dengan intimidasi hukuman tujuh tahun penjara.