Di Sidang OKI, Indonesia Kecam Pengesahan Hukum Rasis Israel

Di Sidang OKI, Indonesia Kecam Pengesahan Hukum Rasis Israel

Agen Poker Online, Bandar Ceme Terpercaya, Domino Qiu Qiu, Agen QQ – Organisasi Pertemuan Islam (OKI) kembali mengadakan pertemuan Komite Wakil Masih (Watap) di markasnya, Jeddah, untuk mengulas efek pengesahan Basic Law: Israel as the Nation-State of the Jewish People (Hukum Basic: Israel menjadi Negara-Bangsa buat Orang-Orang Yahudi).

Basic Law yang disahkan oleh Knesset (Parlemen Israel) pada Mei 2018 ini menyatakan jika hak-hak nasional di Israel cuma jadi punya beberapa orang Yahudi. Sidang yang diprakarsai Arab Saudi ini dengarkan tempat semasing negara anggota OKI pada Hukum Israel yang baru itu.

“Dengan cuma mengaku Yahudi menjadi bangsa serta agama yang laku di Israel, hukum Israel yang baru ini makin membahayakan hak politik serta riwayat bangsa Palestina,” tutur Konsul Jenderal RI Jeddah yang pimpin Delegasi Indonesia dalam sidang OKI itu, Mohamad Hery Saripudin, dalam tayangan persnya, Kamis, 6 Desember 2018.

Hery Saripudin menuturkan, Basic Law adalah bentuk diskriminasi yang riil pada bangsa Palestina serta tindak lanjut usaha Israel untuk menghilangkan jati diri Arab dari lokasi pendudukan di Palestina. Menurut Hery, langkah Israel ini makin jauh dari semangat perolehan jalan keluar damai lewat two-state solution (jalan keluar dua negara).

“Karenanya kita tidak dapat tinggal diam serta Indonesia menggerakkan semua negara OKI untuk memperjuangkan ‘solusi dua negara’ (Palestina serta Israel) serta hak rakyat Palestina untuk self-determination (penetapan nasib sendiri),” tuturnya pada sidang yang berjalan Rabu (5/12/2018) waktu ditempat, yang di pimpin Sekjen OKI Yousef bin Ahmad al Othaimen.

Dalam pidatonya pada sidang OKI yang didatangi oleh wakil-wakil dari negara anggota lainnya termasuk juga Arab Saudi, Afghanistan, Malaysia, Maroko, Turki, dan sebagainya, Hery mengemukakan pendapat Indonesia supaya OKI selekasnya ambil beberapa langkah konkrit.

Baca Juga : Ada Proyek Sodetan Kali Ciliwung, Jalan Otista 3 Ditutup 3 Bulan

“Negara anggota OKI mesti menggerakkan tindak lanjut Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB tentang pelanggaran hak asasi manusia di Gaza oleh Pasukan Pertahanan Israel pada bulan Mei 2018 untuk kirim komisi penyelidik pelanggaran HAM di lokasi pendudukan Palestina,” tegas Hery.

Diluar itu, Indonesia ikut mengatakan supaya beberapa negara OKI menggerakkan Dewan Keamanan PBB serta Majelis Umum PBB untuk akan memutuskan jika aksi Israel melanggar hukum internasional.

Indonesia ikut menyarankan supaya OKI selekasnya melakukan operasionalisasi Islamic Office for the Boycott of Israel untuk menahan Israel mendapatkan keuntungan ekonomi dari lokasi pendudukannya. Karena itu, OKI mesti selekasnya membuat Tubuh Wakaf untuk menolong permodalan UNRWA (Tubuh PBB yang mengatasi pengungsi Palestina).

Di penggalan paling akhir sambutannya, Hery ajak OKI menyatu dalam memberi dukungan Palestina. “OKI mesti menyisihkan ketidaksamaan untuk Palestina,” ujarnya.

Diakhir pertemuan, beberapa anggota OKI menyetujui Final Communique yang berisi tempat bersama dengan negara OKI yang menampik pengesahan nation-state law Israel itu serta beberapa langkah bersama dengan yang perlu diambil dalam menyikapi kebijaksanaan rasis serta diskriminatif Israel itu.