BPN PAS Kembali Usulkan Perubahan Format Debat

BPN PAS Kembali Usulkan Perubahan Format Debat

Agen Poker Online, Bandar Ceme Terpercaya, Domino Qiu Qiu, Agen QQ – Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PAS) kembali menyalahkan format debat Penentuan Presiden (Pemilihan presiden) 2019.

BPN PAS juga menyarankan kembali pergantian format untuk debat putaran ke-3 yang akan datang. Awal mulanya pascadebat putaran pertama, BPN mengkritik beberapa ketentuan yang sudah disetujui oleh KPU bersama dua team pemenangan pasangan capres serta cawapres.

BPN contohnya menyalahkan ada kisi-kisi pertanyaan yang diantar ke semasing calon, terdapatnya catatan yang dibawa calon ke panggung debat, sampai kurangnya waktu buat calon waktu menjawab.

Atas aduan BPN ini, lalu disetujui pergantian format debat putaran ke-2 dimana tidak lagi ada kisi-kisi pertanyaan untuk beberapa calon, terdapatnya penambahan waktu buat calon menjawab, sampai ada fragmen eksplorasi dimana calon memiliki hak keluarkan pertanyaan untuk calon lainnya.

Walau demikian, pascadebat ke-2 BPN kembali minta pergantian format dimana tidak lagi ada panelis yang membuat pertanyaan. Calon dilewatkan tarung bebas dari pertama sampai akhir.

“Menurut saya ini, resmi itu aneh-aneh. Mengapa pertanyaan mesti berada di dua fishbowl itu, harusnya satu dong, ngambil dari sana. Nah, karena itu saya usulkan debat ke-3 ini, tidak perlu kembali ada yang begitu-begituan lah, kampungan menurut saya. Jadi menurut saya, semestinya langsung bertanya jawab saja. Contohnya mendatang nih calon wakil presiden.

Baca Juga : Anies Minta Seluruh Pihak Terkait Rusun Milik Patuhi Pergub No 132/2018

Calon wakil presiden Pak Ma’ruf Amin miliki pertanyaan pada Pak Sandiaga Uno, saya ingin bertanya masalah ini, selalu dijawab berikut, selalu dijawab kembali,” kata Dewan Pengarah BPN PAS Fadli Zon pada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, tempo hari.

Karenanya, menurut wakil ketua DPR ini, panelis tak akan dibutuhkan dalam debat sebab dengan ada panelis ini pertanyaan-pertanyaan yang diserahkan jadi riskan bocor walau ingin bersumpah jika itu akan tidak bocor.

“Jadi menurut saya, tingkat kebocoran masalah itu kemungkinan besar. Ya belumlah ada bukti, tetapi saya meyakini kok kita ini orang yang telah lama di Indonesia yang begitu-begitu dapat berlangsung,” katanya.

Selain itu, Komisi Penentuan Umum (KPU) mengaku debat ke-2 yang diselenggarakan tempo hari masih tetap butuh perbaikan. Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan ada beberapa catatan dalam debat ke-2 yang akan dibicarakan lebih mendalam untuk perbaikan pada debat selanjutnya.

“Ada beberapa masalah yang sudah kami identifikasi seperti jumlahnya simpatisan yang ada kebanyakan hingga mengganggu konsentrasi calon presiden dalam berdebat,” katanya (18/2) di Gedung KPU Jakarta. Demikian juga berkaitan jangka waktu menjawab buat calon presiden peserta debat masih tetap jadi masalah yang perlu diperbaiki. KPU akan berjumpa dengan beberapa pihak, termasuk juga Bawaslu, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, serta BPN Prabowo- Sandiaga untuk mengulas debat selanjutnya.

“Tentunya kelak rapat pelajari dengan team kampanye akan kita ulas. Kita harap dari partai politik simpatisan paslon mengemukakan ke team kampanye sebab kelak yang akan kita putuskan berdasar pada rapat pelajari bersama dengan perwakilan dua paslon,” katanya.